Posts

Showing posts from 2011

Me VS Another Me

AM : " Tau tolol gak? Lo tuh tolol! Mana pendidikan yang selama ini lo bangga-banggain? Ngaku-ngaku siswa sekolah bertaraf internasional, tapi tingkah laku dan pikiran lo gak lebih dari orang-orang tolol di sinetron! Lebih parah malah karena orang-orang tolol di sinetron itu dibayar untuk bertingkah kayak gitu, tapi lo?!! Udah jelas-jelas dia yang selama ini lo tinggi-tinggiin, yang lo sayang-sayangin, yang lo dewi-dewiin tau gimana perasaan lo ke dia! Tapi apa respon dia? Apa dia lakuin hal yang sama ke lo? ENGGAK woy! Ngaca dong lo bahkan mungkin menurut dia lo tuh gak pantes buat dia! Sekali-kali kalo lo ngaca tuh sambil mikir! Mikir siapa diri lo! Gak lebih dari LOOSER! Sadar woy dia banyak yang mau! Dan kenapa lo masih saja berpikir lo berarti bagi dia? Banyak yang lebih sempurna dari lo! Bahkan lo gak ada apa-apanya dibandingin mereka yang lain! Gak sadar hah?! Lo cuma bagian kecil dari masa lalunya! Masa lalu dia banyak, dan lo cuma salah satu bagian kecilnya!! Terus kenapa...

Galau? Ini baru GALAU!

Bad night. Ya, mood gue nggak bisa ditata ulang malam ini. Timeline twitter.com akun gue heboh, rame, padet banget. Sampe mau send tweet aja tweetdeck gue mikir dulu, kayak mensortir tweet gue yang mau dikirim ke timeline cukup berkualitas atau enggak. Kejam. Trending topic malam ini versi akun @SusiloEls adalah snmptn undangan. Senior-senior gue banyak banget yang membanggakan. Keterima di universitas negeri dengan jurusan pilihan mereka sendiri. Lebih dari sekedar faktor keberuntungan, usaha mereka tentulah berandil cukup besar. Sebelum gue lebih lanjut, gue mau ngucapin the deepest and the sincerest congratulation for my seniors who have successfully got the next part of their education story. Buat yang belum, gue tetep mau ucapkan selamat, setidaknya kakak-kakak sekalian sudah pernah berani memilih dan memutuskan. Nggak keterima itu problema klasik, secara perbandingannya 1:1 alias 50:50. Ada yang bilang,  life is a kinda game called gambling . Kurang lebih begitu deh. Jadi ya ...

A K U

Aku hilang Di tengah kerumunan orang Di antara lembutnya desah ilalang Aku tak tentu Kemana aku tuju Pun jawaban tak kutemu Aku tak terarah Dengan bunyi derak patah Memendam sejuta amarah Aku sembunyi Di dalam malam sunyi Ingin mencaci maki Tanpa sedikitpun nyali Aku mau Hilang Tak tentu arah Lalu sembunyi

Satu Langkah Dewasakan Diri

Yea you guys, udah lama nggak nulis nih. Sekarang mau bereksperimen merangkai kata demi kata lalu menjadi kalimat dan paragraf sampai pada akhirnya nanti jadi sebuah tulisan yang.......hm.....silakan kalian sendiri deh yang nilai baik atau kurang baiknya. Kali ini gue mau coba ngomongin tentang "pendewasaan". Agak berat nih, tapi tiba-tiba gue dapet inspirasi ini dari satu kalimat lirik lagu nya Last Child yang judulnya Pedih. Buat kalian yang belum denger, coba dengerin deh. Enak lagunya. Okay, get to the topic. Before I start my writing let me try to ask you something and honestly I expect some answers from my dearest blog-readers. Mungkin sebagian dari pembaca postingan ini, seumuran lah sama gue. Kelas 2 SMA mau naik kelas 3, berusia 16-17 tahun. Usia yang sangat pas sekali gue pikir untuk gue tanyakan pertanyaan ini. Dan nggak muluk gue rasa kalau gue mengharap jawaban kalian. Pertanyaannya cukup simple, menurut kalian apa sih arti pendewasaan diri? Dan gimana proses...

Puisi Ada Apa Dengan Cinta

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku Kulari ke pantai kemudian teriakku Sepi Sepi dan sendiri aku benci Aku ingin bingar Aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Dan enyah saja kau pekat Seperti berjelaga Jika ku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramau Biar mengaduh sampai gaduh Ah...ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya? Biar terdera Atau aku harus lari ke hutan Lalu belok ke pantai

PEREMPUAN

Perempuan datang atas nama cinta Bunda pergi karena cinta Digenangi air racun jingga adalah wajahmu Seperti bulan lelap tidur di hatimu Yang berdinding kelam dan kedinginan Ada apa dengannya? Meninggalkan hati untuk dicaci Lalu sekali ini aku lihat karya surga dari mata seorang hawa Ada apa dengan cinta? Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama Untuk mempertanyakan kembali cintanya Bukan untuknya..bukan untuk siapa Tapi untukku... Karena aku ingin kamu Itu saja *populer dalam film Ada Apa Dengan Cinta

AKU (HANYA) MENCINTAIMU

Lagi, kau begini. Entah yang ke berapa kali selama kita kenal, selama aku menyadari bahwa aku mencintaimu. Tapi sesering itu pula lah, aku bertahan. Mencoba bersabar atas apa yang kau lakukan kepadaku bukanlah hal yang harus diperhitungkan ataupun dihargai, karena kesabaranku berfondasi kuat. Ya, cinta. ...

This Is Not What I Intended

np Secondhand Serenade - Fall For You "This is not what I intended." Ya, ini bukan yang gue niatkan. Berada di tengah situasi seperti orang tolol yang nggak ngerti apapun, persis gak ada bedanya sama kerbau kalo lagi dicocok hidungnya. Pernah denger kan peribahasa macam itu? Artinya yang kurang lebih adalah lo nggak lebih dari seorang manusia hidup tanpa pikiran, sehingga apa yang lo lakuin nggak lebih dari tindak lanjut dari omongan orang-orang yang 'merintah' lo untuk begini-begitu. Atau lebih parahnya adalah, lo lakuin beberapa hal tanpa perintah dari orang lain, tapi lo nggak sadar dengan apa yang sedang lo lakuin. ...

Mustahil?

Pertama kali melihatmu, kupikir mustahil untuk bisa mengenalmu. Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia memberiku petunjuk, sampai akhirnya kudapat mengenalmu.

Empat Paragraf

Kalo sekarang lo tau gue sayang sama lo, lo ngerasa gue memperlakukan lo dengan sebaik-baiknya yang gue bisa, lo ngerasa gue mendewikan lo, maka itu adalah pilihan gue. Dan kalo suatu saat nanti gue ninggalin lo gitu aja, ngelupain semua perasaan yang pernah gue punya ke lo selama ini, dan gak peduli dengan keadaan lo lagi, itu juga akan jadi pilihan gue. Jadi gue mau lo tau, bahwa nggak akan ada yang nyakitin gue. Apapun tentang lo, itu penting buat gue. Gue lebih milih tau semua hal nyakitin tentang lo ketimbang nggak tau apa-apa sama sekali tentang orang yang paling gue sayang selama ini. Tapi, lo tau gue. Lo kenal gue. Gue rasa lo udah hafal gimana tingginya gue ngasih respek ke wanita, terutama lo. Dan, gue nggak akan pernah jadi begitu bodoh dengan ambil pilihan nyakitin lo dengan cara ninggalin lo gitu aja. Karena, gue sayang sama lo. Itu.

Malam Ini

"Tuhan, cerahkan langit-Mu malam ini, jangan Kau perintah malaikat Mikail untuk menurunkan hujan-Mu. Tolong ya Tuhan, jadikan malam ini cerah dan indah, antara aku dengan dia." Doa itu yang terselip dalam ibadahku seharian ini. Aku memohon ijin-Nya untuk bisa melihat sekali lagi wajah indahmu dalam birunya malam. Tepat tujuh hari yang lalu, kau kirim pesan untukku yang berisikan sebuah ajakan untuk mengobrol bebas dan lepas, dan secara privasi. Hingga tetesan air mata kubayangkan mengalir di pipimu. Dan ada sebutir air yang hendaknya juga akan jatuh dari ujung mataku. Segala yang kita bicarakan, akan membuat kita terhanyut dalam haru atau kesedihan. Tapi itu tujuh hari yang lalu, Sabtu lalu. Dan hari ini, Sabtu ini, aku mendatangimu. Dengan doa yang sama yang kupanjatkan kepada Tuhan kita seselesainya aku beribadah, akhirnya Tuhan mengabulkan apa yang kumohonkan. Walau tidak sepenuhnya karena pada nyatanya ada beberapa titik air yang Dia turunkan dari langit-Nya. Tapi bebe...

Surat Untuk...

Aku akan coba. Untuk ikhlas. Berat memang, tapi aku harus coba. Mengikhlaskan kamu itu bukan berarti aku kehilangan kamu sepenuhnya kan? Bahkan mungkin dengan belajar mengikhlaskanmu itu bisa bikin aku jauh tambah sayang sama kamu. Kamu mau tau? Aku nggak ngerasain lho 'indahnya' lika-liku cinta monyet anak SMA. Soalnya dari dulu buat aku orangnya selalu sama. Kamu terus. Maaf ya aku jadi curhat. Kalo kamu baca tulisan ini, kamu akan tahu satu fakta. Bahwa kalo kamu pernah nonton film "Kiamat Sudah Dekat" apa yang ada di sana adalah benar. Kamu mungkin aja kok bisa belajar sholat dan ngaji hanya dalam dua minggu. Tapi ketika kamu disuruh nyari dan memahami ilmu ikhlas dan menerapkannya ke kehidupan kamu dalam dua minggu, kamu akan tahu bahwa itu mendekati mustahil. Tapi pada akhirnya, Fandi dalam film itu berhasil. Itu karena dia ngerasa kepepet. Dia ngerasa emang dia akan gagal dan gak nemuin ilmu ikhlas itu. Dan akhirnya dia ngerelain Sarah untuk orang lain. Okay, b...

The Leaving Friend. One of The Best Friend.

At first gue cuma iseng aja buka blogger. Mau buka blog seseorang tadinya, tapi ternyata liat blog title berbahasa Perancis, satu-satunya blog yang gue follow dan berbahasa Perancis ya dia doang. Dia temen gue. Salah satu yang terbaik, gue benci bilang ini, tapi gue harus bilang, dulu. Ya, karena sekarang mungkin dia gak mau kenal gue lagi. Kita dulu selalu ngerasa layaknya sebuah tim bertanding dengan formasi paling sempurna. Dengan segala momen yang kita miliki, dengan segala situasi yang pernah kita hadapi. Dengan pendengaran sangat hebat yang sama-sama kita punyai, dengan saran yang cukup melegakan yang akan kita dapet kalo kita curhat ke masing-masing kita sendiri. Kita dulu bertiga. Sekarang orang yang gue maksud ini pergi. Jadi gue tinggal berdua sama yang satunya. Hmm, oke, just like what she wrote there, on one of her posts on her blog, bahwa "kalo emang dia mau kamu pergi, ya kamu pergilah. Itu kan hidup dia, kamu gak bisa maksa dia untuk terus mau temenan sama kamu....

Kau Tetaplah Begitu

Dalam gelak tawamu Dalam tawa bahagiamu Dalam bahagia hatimu Kau tetap begitu                                               Dalam murung hatimu                                               Dalam hati sedihmu                                               Dalam sedih suasanamu                                               Kau tetap begitu Dalam lekuk cemberutmu Dalam cemberut wajahmu Dalam wajah kesalmu Kau tetap begitu                          ...

Kenapa Aku Senang Mengikutimu?

#NowPlaying: Pemuja Rahasia-SO7 "...untuk seseorang yang diperuntukkan tulisan ini baginya. Tulisan ini aku buat dengan sedikit keisengan dan kenakalan, lebih tepatnya aku mengetiknya pada kondisi aku membolos dari jadwal lesku dan mengikuti jejak salah seorang teman untuk ke warnet. Awalnya aku tidak berpikiran untuk bermain internet di kafe ini. Tapi aku teringat akan janjiku padamu yang segera harus kutepati. Kamu sudah 'membayar salah satu hutangmu' maka kini ijinkan aku untuk mencoba membayar giliranku..." "Kenapa lo nggak mau ngerti alasan gue sih?! Bagian mana yang lo nggak bisa terima?!" Tanya Sus ngotot. "Semua! Berapa kali sih gue harus bilang kalo gue tuh nggak suka dikuntitin kayak gitu!" Jawab Tri, dingin. Setidaknya jawaban dengan nada sedingin salju di musim dingin itu cukup untuk membuat Sus terdiam seribu bahasa, tidak dapat lagi membalas apa yang baru saja diucapkan oleh pacarnya itu. Sus bukan lah cowok yang tidak mampu b...

Broken Heart ? Hmm .......

Image
Well, everything happens for a reason. So do I when I try to write it down. Adalah kawan gue yang gue selalu anggap ceria dan lucu, Ummi Fairuz Hayati, orang yang mewakili gue kalo gue berhalangan dalam mengatur sesuatu tentang kelas XI IPA 4. Dia lagi patah hati banget kayaknya. Galau, super duper galau. Bahkan, mungkin she is in her deepest falling right now. Di account twitternya semua tentang mantannya. Dan gue jamin kalo lo buka di @ummibil lo akan tau betapa berharga dan berartinya sang mantan buat dia. That's not the only reason for me to write it. Yang kedua, masih dari seorang wanita, yang ini bernama Putri Wulandari. Dia ngerequest gue untuk nulis sesuatu. Okay, gue akan coba penuhi request lo lan, tapi maaf ya kalo nggak sesuai harapan lo :). Dan gue putuskan, gue prihatin sama keadaan Ummi, so I'll try to share with you how to handle your tears when you're broken heart. At first, gue temuin satu quote yang gue rasa cocok mampus sama keadaan Ummi. Gue harap si...