Surat Untuk...

Aku akan coba. Untuk ikhlas. Berat memang, tapi aku harus coba. Mengikhlaskan kamu itu bukan berarti aku kehilangan kamu sepenuhnya kan? Bahkan mungkin dengan belajar mengikhlaskanmu itu bisa bikin aku jauh tambah sayang sama kamu. Kamu mau tau? Aku nggak ngerasain lho 'indahnya' lika-liku cinta monyet anak SMA. Soalnya dari dulu buat aku orangnya selalu sama. Kamu terus. Maaf ya aku jadi curhat. Kalo kamu baca tulisan ini, kamu akan tahu satu fakta. Bahwa kalo kamu pernah nonton film "Kiamat Sudah Dekat" apa yang ada di sana adalah benar. Kamu mungkin aja kok bisa belajar sholat dan ngaji hanya dalam dua minggu. Tapi ketika kamu disuruh nyari dan memahami ilmu ikhlas dan menerapkannya ke kehidupan kamu dalam dua minggu, kamu akan tahu bahwa itu mendekati mustahil. Tapi pada akhirnya, Fandi dalam film itu berhasil. Itu karena dia ngerasa kepepet. Dia ngerasa emang dia akan gagal dan gak nemuin ilmu ikhlas itu. Dan akhirnya dia ngerelain Sarah untuk orang lain. Okay, berbelit-belit. Intinya aku insya Allah udah kuat untuk mengikhlaskan kamu. Mungkin akan 'sedikit' nyakitin buat aku, tapi itu nggak sebanding daripada ngeliat kamu nggak seneng. Silakan kamu seneng-seneng dengan segala yang ada di kamu sekarang. Ketika kamu harus memilih, pilih deh. Untuk sejenak, coba nggak usah pikirin perasaan orang lain. Jangan pikirin apa akan ada yang terluka kalo kamu milih. Sekarang bukan saatnya kamu mikirin itu, karena kita masih sama-sama muda dan umumnya kita akan lakuin apa yang kita mau. Tenang, kayak kata Sheila On 7 di lirik lagunya, Sephia, bahwa orang yang bener-bener sayang sama kamu nggak akan pernah pergi dari kamu kok. Oh ya, tapi saat kamu emang udah memutuskan untuk pergi, ada satu hal yang aku mintain tolong banget ke kamu. Dan plis, jangan tolak permohonanku ini. Aku minta tolong sama kamu, jangan pernah ngelarang aku untuk nyari tau kabar kamu suatu saat nanti, atau mungkin beberapa saat kemudian. Jangan pernah larang aku hubungin kamu hanya sekedar untuk komunikasi sama kamu kalo aku lagi kangen. Jangan pernah dingin ke aku, kalo ngeledek sih boleh, tapi kalo serius jangan ya. Dan, jangan pernah kamu sembunyiin senyuman kamu yang super mengagumkan itu dari aku. Aku nggak akan pernah lupa senyuman kamu, senyuman pertama kamu pas kita pertama ketemu, dan pasti kadang aku kangen sama itu, jadi tolong ya jangan hilangin itu dari aku. Itu aja kok, maaf ya kalo banyak minta. Terima kasih kalo kamu mengabulkan permohonanku ini :).

Aku punya satu pengibaratan untuk situasi tentang aku dan kamu sekarang.
Kamu adalah orang yang sedang melakukan perjalanan, dalam perjalananmu kamu akan menemukan banyak persimpangan jalan. Dan kamu pasti harus milih arah untuk ngelanjutin perjalanan kamu karena kamu nggak mungkin stuck di sana, jalan yang kamu harus tempuh masih panjang. Dan, dalam perjalanan itu kamu sendirian, nggak ada temen. Jadi kamu sendiri yang harus pilih. Kamu hanya akan nemuin orang yang bisa ditanyai arah mana yang sebaiknya kamu ambil, tapi mereka gak bisa kamu ajak ikutan dalam perjalananmu, karena sebenernya perjalanan ini adalah hidup kamu. Kamu yang mengalaminya, kamu yang menentukan mana yang menurut kamu paling baik dan paling nyenengin buat kamu.

Dan aku, aku nggak lebih dari seorang pengamat perjalanan. Aku punya satu kamera khusus, dimana kamera itu hanya bisa nangkep satu objek, kamu. Tapi kamera khususku ini bener-bener khusus, soalnya aku bisa ngamatin kamu dari sudut manapun yang aku mau dengan kamera ini. Jadi aku cukup berdiri di balik dinding besar dan mengamatimu dari sana. Tenang, aku punya kekuatan super kok. Kamu nggak usah khawatir kalo kamu kenapa-kenapa dalam perjalanan kamu dan nggak ada orang yang bisa kamu mintain tolong, aku selalu bisa kok tolong kamu kalo kamu emang butuh banget. Tanpa kamu minta aku akan ulurin tangan aku, apalagi kalo kamu minta, aku nggak akan pernah nolak. :) Oh ya, aku juga rela menjadi yang terakhir yang kamu mintain tolong, dan aku akan sangat bahagia kalo aku jadi yang pertama. Ada lagi yang bisa bikin aku jauh lebih bahagia dari itu. Mau tau? Kalo aku bisa jadi yang pertama dan terakhir untuk kamu. Itu.

Makasih ya kamu udah setiaaa banget nemenin aku. Fisik kamu emang jarang sekali ada di sampingku, tapi batin kamu, selalu aku rasain. Aku sayang kamu.

Comments

Popular posts from this blog

the things

sedikit kelegaan