Me VS Another Me

AM : "Tau tolol gak? Lo tuh tolol! Mana pendidikan yang selama ini lo bangga-banggain? Ngaku-ngaku siswa sekolah bertaraf internasional, tapi tingkah laku dan pikiran lo gak lebih dari orang-orang tolol di sinetron! Lebih parah malah karena orang-orang tolol di sinetron itu dibayar untuk bertingkah kayak gitu, tapi lo?!! Udah jelas-jelas dia yang selama ini lo tinggi-tinggiin, yang lo sayang-sayangin, yang lo dewi-dewiin tau gimana perasaan lo ke dia! Tapi apa respon dia? Apa dia lakuin hal yang sama ke lo? ENGGAK woy! Ngaca dong lo bahkan mungkin menurut dia lo tuh gak pantes buat dia! Sekali-kali kalo lo ngaca tuh sambil mikir! Mikir siapa diri lo! Gak lebih dari LOOSER! Sadar woy dia banyak yang mau! Dan kenapa lo masih saja berpikir lo berarti bagi dia? Banyak yang lebih sempurna dari lo! Bahkan lo gak ada apa-apanya dibandingin mereka yang lain! Gak sadar hah?! Lo cuma bagian kecil dari masa lalunya! Masa lalu dia banyak, dan lo cuma salah satu bagian kecilnya!! Terus kenapa lo masih kayak gitu? Bersikap kayak gitu sama dia?! Kenapa lo rela capek-capek kayak gitu ke dia sedangkan lo selalu tau bahwa lo hampir gak ada apa-apanya?! TOLOL!"

M : "Terserah lo, gue sayang sama  dia, tulus. Gue gak mau berharap apapun dari dia. Bahkan kepikiran tentang dia bakal bales perasaan gue pun gak pernah. Gue sayang sama dia, dan ini udah lama. Dan selama ini, gue nyaman sama perasaan itu. Pokoknya, sebelum dia sendiri yang minta gue untuk berhenti bersikap kayak gini ke dia gue gak akan berhenti. Tidak sebelum dia bilang itu sambil natap dalem-dalem mata gue. Gue sayang sama dia. Sangat. Sorry, gue emang tolol. Segala sesuatu tentang dia emang selalu ngebuat gue tolol. Gue tergila-gila sama dia."

Comments

Popular posts from this blog

the things

sedikit kelegaan