Posts

Showing posts from March, 2011

Malam Ini

"Tuhan, cerahkan langit-Mu malam ini, jangan Kau perintah malaikat Mikail untuk menurunkan hujan-Mu. Tolong ya Tuhan, jadikan malam ini cerah dan indah, antara aku dengan dia." Doa itu yang terselip dalam ibadahku seharian ini. Aku memohon ijin-Nya untuk bisa melihat sekali lagi wajah indahmu dalam birunya malam. Tepat tujuh hari yang lalu, kau kirim pesan untukku yang berisikan sebuah ajakan untuk mengobrol bebas dan lepas, dan secara privasi. Hingga tetesan air mata kubayangkan mengalir di pipimu. Dan ada sebutir air yang hendaknya juga akan jatuh dari ujung mataku. Segala yang kita bicarakan, akan membuat kita terhanyut dalam haru atau kesedihan. Tapi itu tujuh hari yang lalu, Sabtu lalu. Dan hari ini, Sabtu ini, aku mendatangimu. Dengan doa yang sama yang kupanjatkan kepada Tuhan kita seselesainya aku beribadah, akhirnya Tuhan mengabulkan apa yang kumohonkan. Walau tidak sepenuhnya karena pada nyatanya ada beberapa titik air yang Dia turunkan dari langit-Nya. Tapi bebe...

Surat Untuk...

Aku akan coba. Untuk ikhlas. Berat memang, tapi aku harus coba. Mengikhlaskan kamu itu bukan berarti aku kehilangan kamu sepenuhnya kan? Bahkan mungkin dengan belajar mengikhlaskanmu itu bisa bikin aku jauh tambah sayang sama kamu. Kamu mau tau? Aku nggak ngerasain lho 'indahnya' lika-liku cinta monyet anak SMA. Soalnya dari dulu buat aku orangnya selalu sama. Kamu terus. Maaf ya aku jadi curhat. Kalo kamu baca tulisan ini, kamu akan tahu satu fakta. Bahwa kalo kamu pernah nonton film "Kiamat Sudah Dekat" apa yang ada di sana adalah benar. Kamu mungkin aja kok bisa belajar sholat dan ngaji hanya dalam dua minggu. Tapi ketika kamu disuruh nyari dan memahami ilmu ikhlas dan menerapkannya ke kehidupan kamu dalam dua minggu, kamu akan tahu bahwa itu mendekati mustahil. Tapi pada akhirnya, Fandi dalam film itu berhasil. Itu karena dia ngerasa kepepet. Dia ngerasa emang dia akan gagal dan gak nemuin ilmu ikhlas itu. Dan akhirnya dia ngerelain Sarah untuk orang lain. Okay, b...

The Leaving Friend. One of The Best Friend.

At first gue cuma iseng aja buka blogger. Mau buka blog seseorang tadinya, tapi ternyata liat blog title berbahasa Perancis, satu-satunya blog yang gue follow dan berbahasa Perancis ya dia doang. Dia temen gue. Salah satu yang terbaik, gue benci bilang ini, tapi gue harus bilang, dulu. Ya, karena sekarang mungkin dia gak mau kenal gue lagi. Kita dulu selalu ngerasa layaknya sebuah tim bertanding dengan formasi paling sempurna. Dengan segala momen yang kita miliki, dengan segala situasi yang pernah kita hadapi. Dengan pendengaran sangat hebat yang sama-sama kita punyai, dengan saran yang cukup melegakan yang akan kita dapet kalo kita curhat ke masing-masing kita sendiri. Kita dulu bertiga. Sekarang orang yang gue maksud ini pergi. Jadi gue tinggal berdua sama yang satunya. Hmm, oke, just like what she wrote there, on one of her posts on her blog, bahwa "kalo emang dia mau kamu pergi, ya kamu pergilah. Itu kan hidup dia, kamu gak bisa maksa dia untuk terus mau temenan sama kamu....

Kau Tetaplah Begitu

Dalam gelak tawamu Dalam tawa bahagiamu Dalam bahagia hatimu Kau tetap begitu                                               Dalam murung hatimu                                               Dalam hati sedihmu                                               Dalam sedih suasanamu                                               Kau tetap begitu Dalam lekuk cemberutmu Dalam cemberut wajahmu Dalam wajah kesalmu Kau tetap begitu                          ...