Saat kau menepikanku, tahukah kau betapa goresan luka mampu ku rasa? Saat kau menghepasku, sadarkah kau betapa kau telah membuat seseorang tersakiti? Saat kau bahkan tidak mau menyapaku, tahukah kau betapa kau telah membuat satu harapan tulus ternoda oleh pahitnya realita? Saat kau sengaja menghindar dari ku, mungkin kau memang sedang tidak ingin memedulikan ku yang tak pernah sanggup kau hindari. Seperti yang sedang kau lakukan sekarang ini.
Posts
Simbiosis Tidak Mungkin
- Get link
- X
- Other Apps
Kursi ini terasa semakin panas. Pertanyaan demi pertanyaan bukannya terjawab malah semakin bermunculan di dalam kepalaku. Kontras dengan inspirasi milik para penyair yang seakan tak pernah terhenti oleh tanya, kini aku malah tak bisa lari dari pertanyaan. Beriringan dengan meningkatnya secara konstan suhu kursi yang ku duduki ini, degup di rongga dada ini pun semakin terasa. Sesuatu yang sudah sangat lama tidak aku alami, bahkan nyaris terlupakan. Sesuatu yang mungkin hampir satu setengah tahun ini tidak lagi kurasakan. Lalu mengapa, kini ia datang lagi? Seperti yang telah ku katakan, pertanyaan bermunculan tanpa pasangannya: jawaban. Hal yang sungguh mengganggu pikiran siapapun. Yang sungguh mampu membuat pikiran siapapun tidak nyaman. Yang sungguh mampu membuat hati bahkan menuntut dirinya untuk bersinergi dengan sesuatu yang paling jarang bisa bekerja sama dengannya: logika.
Me VS Another Me
- Get link
- X
- Other Apps
AM : " Tau tolol gak? Lo tuh tolol! Mana pendidikan yang selama ini lo bangga-banggain? Ngaku-ngaku siswa sekolah bertaraf internasional, tapi tingkah laku dan pikiran lo gak lebih dari orang-orang tolol di sinetron! Lebih parah malah karena orang-orang tolol di sinetron itu dibayar untuk bertingkah kayak gitu, tapi lo?!! Udah jelas-jelas dia yang selama ini lo tinggi-tinggiin, yang lo sayang-sayangin, yang lo dewi-dewiin tau gimana perasaan lo ke dia! Tapi apa respon dia? Apa dia lakuin hal yang sama ke lo? ENGGAK woy! Ngaca dong lo bahkan mungkin menurut dia lo tuh gak pantes buat dia! Sekali-kali kalo lo ngaca tuh sambil mikir! Mikir siapa diri lo! Gak lebih dari LOOSER! Sadar woy dia banyak yang mau! Dan kenapa lo masih saja berpikir lo berarti bagi dia? Banyak yang lebih sempurna dari lo! Bahkan lo gak ada apa-apanya dibandingin mereka yang lain! Gak sadar hah?! Lo cuma bagian kecil dari masa lalunya! Masa lalu dia banyak, dan lo cuma salah satu bagian kecilnya!! Terus kenapa...
Galau? Ini baru GALAU!
- Get link
- X
- Other Apps
Bad night. Ya, mood gue nggak bisa ditata ulang malam ini. Timeline twitter.com akun gue heboh, rame, padet banget. Sampe mau send tweet aja tweetdeck gue mikir dulu, kayak mensortir tweet gue yang mau dikirim ke timeline cukup berkualitas atau enggak. Kejam. Trending topic malam ini versi akun @SusiloEls adalah snmptn undangan. Senior-senior gue banyak banget yang membanggakan. Keterima di universitas negeri dengan jurusan pilihan mereka sendiri. Lebih dari sekedar faktor keberuntungan, usaha mereka tentulah berandil cukup besar. Sebelum gue lebih lanjut, gue mau ngucapin the deepest and the sincerest congratulation for my seniors who have successfully got the next part of their education story. Buat yang belum, gue tetep mau ucapkan selamat, setidaknya kakak-kakak sekalian sudah pernah berani memilih dan memutuskan. Nggak keterima itu problema klasik, secara perbandingannya 1:1 alias 50:50. Ada yang bilang, life is a kinda game called gambling . Kurang lebih begitu deh. Jadi ya ...
A K U
- Get link
- X
- Other Apps
Aku hilang Di tengah kerumunan orang Di antara lembutnya desah ilalang Aku tak tentu Kemana aku tuju Pun jawaban tak kutemu Aku tak terarah Dengan bunyi derak patah Memendam sejuta amarah Aku sembunyi Di dalam malam sunyi Ingin mencaci maki Tanpa sedikitpun nyali Aku mau Hilang Tak tentu arah Lalu sembunyi
Satu Langkah Dewasakan Diri
- Get link
- X
- Other Apps
Yea you guys, udah lama nggak nulis nih. Sekarang mau bereksperimen merangkai kata demi kata lalu menjadi kalimat dan paragraf sampai pada akhirnya nanti jadi sebuah tulisan yang.......hm.....silakan kalian sendiri deh yang nilai baik atau kurang baiknya. Kali ini gue mau coba ngomongin tentang "pendewasaan". Agak berat nih, tapi tiba-tiba gue dapet inspirasi ini dari satu kalimat lirik lagu nya Last Child yang judulnya Pedih. Buat kalian yang belum denger, coba dengerin deh. Enak lagunya. Okay, get to the topic. Before I start my writing let me try to ask you something and honestly I expect some answers from my dearest blog-readers. Mungkin sebagian dari pembaca postingan ini, seumuran lah sama gue. Kelas 2 SMA mau naik kelas 3, berusia 16-17 tahun. Usia yang sangat pas sekali gue pikir untuk gue tanyakan pertanyaan ini. Dan nggak muluk gue rasa kalau gue mengharap jawaban kalian. Pertanyaannya cukup simple, menurut kalian apa sih arti pendewasaan diri? Dan gimana proses...
Puisi Ada Apa Dengan Cinta
- Get link
- X
- Other Apps
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku Kulari ke pantai kemudian teriakku Sepi Sepi dan sendiri aku benci Aku ingin bingar Aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Dan enyah saja kau pekat Seperti berjelaga Jika ku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramau Biar mengaduh sampai gaduh Ah...ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya? Biar terdera Atau aku harus lari ke hutan Lalu belok ke pantai