The Leaving Friend. One of The Best Friend.
At first gue cuma iseng aja buka blogger. Mau buka blog seseorang tadinya, tapi ternyata liat blog title berbahasa Perancis, satu-satunya blog yang gue follow dan berbahasa Perancis ya dia doang. Dia temen gue. Salah satu yang terbaik, gue benci bilang ini, tapi gue harus bilang, dulu. Ya, karena sekarang mungkin dia gak mau kenal gue lagi. Kita dulu selalu ngerasa layaknya sebuah tim bertanding dengan formasi paling sempurna. Dengan segala momen yang kita miliki, dengan segala situasi yang pernah kita hadapi. Dengan pendengaran sangat hebat yang sama-sama kita punyai, dengan saran yang cukup melegakan yang akan kita dapet kalo kita curhat ke masing-masing kita sendiri. Kita dulu bertiga. Sekarang orang yang gue maksud ini pergi. Jadi gue tinggal berdua sama yang satunya. Hmm, oke, just like what she wrote there, on one of her posts on her blog, bahwa "kalo emang dia mau kamu pergi, ya kamu pergilah. Itu kan hidup dia, kamu gak bisa maksa dia untuk terus mau temenan sama kamu."
p.s: saat gue blogwalking dan nemu blog lo dan baca semua post lo, gue ngerasa ada yang tentang gue. bener? oke kalo bener, gue akan bangga ngasih tau lo bahwa gue......nangis pas baca tulisan-tulisan lo. :)
Gue rasa kata-kata itu ngena banget di situasi yang sedang gue dan dia hadapi. Gue nggak mau main salah-salahan. Kalo kita semua udah mengaku dewasa--dan bagaimanapun kita emang harus udah dewasa karena tahun ini kita sama-sama 17tahun--pasti kita sama-sama sadar kok bahwa sebenernya nggak ada, sekali lagi, NGGAK ada salah satu dari kita yang berhak nge-blame masing-masing pihak tentang ini. Kita sama sekali nggak berhak. Soalnya, ini memang murni akibat dari kelabilan, kesalahpahaman, dan keegoisan kita sebagai remaja. Persis kayak yang dia tulis di blognya.
Well anyway, awalnya gue iseng make new entry di blog ini tuh cuma mau bilang satu kalimat kompleks tapi nggak sepanjang ini.
Gue kangen sama lo, nggak bisa munafik, lo ngangenin. Lo berharga. Tapi kalo lo memutuskan untuk pergi dari gue dan temen kita, kalo lo memutuskan untuk ninggalin kami berdua di sini, gue nggak akan pernah sekalipun menyesali keputusan lo. Gue cuma berusaha sepenuhnya untuk nggak menginterupsi keputusan lo, apa yang udah lo rencanain di sana. Gue yakin lo udah cukup dewasa untuk mengambil sebuah keputusan, dan lo ambil keputusan itu dengan pikiran super mateng tapi nggak gosong. Lo pasti sudah akan pikirin efek-efeknya buat lo kan? Dan buat gue dan temen kita juga kan? Oke, S. Selamat tinggal. I love you.
p.s: saat gue blogwalking dan nemu blog lo dan baca semua post lo, gue ngerasa ada yang tentang gue. bener? oke kalo bener, gue akan bangga ngasih tau lo bahwa gue......nangis pas baca tulisan-tulisan lo. :)
Comments
Post a Comment