AKU (HANYA) MENCINTAIMU
Lagi, kau begini. Entah yang ke berapa kali selama kita kenal, selama aku menyadari bahwa aku mencintaimu. Tapi sesering itu pula lah, aku bertahan. Mencoba bersabar atas apa yang kau lakukan kepadaku bukanlah hal yang harus diperhitungkan ataupun dihargai, karena kesabaranku berfondasi kuat. Ya, cinta. ...
Kau merengut, cemberut. Dengan seenaknya kau merebut satu-satunya hiburan yang paling bisa membuat perasaanku tentram kala aku resah: senyumanmu. Jelas aku akan bertanya kenapa, tapi aku tak akan memaksa untuk kau kembalikan hiburanku itu. Aku, entah kenapa, seperti biasa, lagi-lagi tau kalau apa yang kau rasakan kali ini adalah karena aku. Yang aku tak tau adalah, perbuatanku yang mana?
Cinta, bolehkah aku memanggilmu begitu? Terima kasih terdalamku menjadi milikmu jika kau mengizinkannya. "What's in a name" milik William Shakespeare tak lagi berarti bagiku saat aku memanggilmu dengan merefleksikan perasaanku padamu. Mungkin akan kuganti menjadi "Name's everything".
Cinta, kau kenapa? Ada sesuatu yang sangat lain hari ini. Kriminalitasmu karena mencuri hiburanku, walaupun sering kau lakukan, tapi yang ini, terasa berbeda. Kau kenapa? Kau membuat isi kepalaku penuh dengan pertanyaan. Kau diam tak mau bicara, bahkan hanya menjawab pertanyaanku pun kau enggan.
Tahukah kau, Cinta, bahwa setiap detil yang terjadi padamu adalah sebuah informasi yang sangat berharga bagiku? Layaknya intelijen dalam tugas penyamarannya, aku pun rela mengorbankan apapun yang kumiliki demi sekelumit informasi tentangmu.
Cinta, aku tak menuntut apapun darimu. Sungguh, aku tak inginkan apapun darimu. Yang aku ingin hanyalah tolong jangan larang aku untuk melakukan apa yang menurutku bisa membuatku nyaman. Dekat denganmu, mendengar suaramu, melihat wajahmu, mengagumi senyumanmu, tertawa bersamamu, bahkan bertengkar denganmu.
Cinta, kau sangatlah sempurna. Mungkin bidadari sekalipun akan iri padamu, karena Tuhan begitu baik, Tuhan Maha Sempurna sehingga Dia mampu menciptakan makhluk seindah dirimu. Tiap senti tubuhmu adalah sesuatu yang sangat pantas untuk dikagumi para adam. Tahukah kau tentang itu?
Cinta, kesempurnaanmu bukan hanya pada penampilan fisikmu. Malah sebenarnya itu tidak begitu penting. Kau berbeda. Saat banyak orang sempurna lainnya memanfaatkan kesempurnaan itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kau malah tak menganggap bahwa kau sempurna. Saat banyak orang menjadi percaya diri karena kesempurnaannya dan bertingkah sesuka hati karena mereka akan tetap sempurna dengan tingkah apapun, kau malah tetap tersipu malu pada tiap kesempatan dan menghasilkan suatu efek keanggunan luar biasa dari auramu.
Cinta, selama aku mengenalmu, aku tau ada banyak sekali adam yang tertarik padamu. Aku tau tidak hanya empat atau lima adam yang pernah memendam perasaan kepadamu. Dan aku tau bahwa banyak juga yang pernah menyampaikan maksud mereka kepadamu untuk dapat memilikimu. Namun yang aku tak tau adalah bentuk sebenarnya dari perasaan para adam itu kepadamu. Samakah denganku? Atau hanya sekedar birahi akan keindahanmu?
Cinta, aku tak akan pernah peduli jika kau bilang aku egois atau apapun itu. Tapi, aku tidak akan pernah rela melepaskanmu, seperti yang kau pernah bilang ke aku, "seperti melepaskan tapi tidak benar-benar melepaskan" kepada siapapun. Kecuali sampai aku tau pasti, bahwa adam yang bersamamu saat itu adalah lebih baik dariku, dan punya niat untuk menjagamu sama besarnya dengan niatku.
Cinta, apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar kekaguman karena kecantikan yang kau miliki. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar nafsu karena keindahan yang kau punya. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar terima kasih karena kau pernah begitu berharga bagiku. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar penasaran karena kemisteriusan dirimu. Apa yang kurasakan ini, kurang lebih hanyalah keinginan untuk menjagamu sebaik mungkin dan memastikan bahwa kau tak akan tersakiti. Namun Cinta, sungguh aku tak pernah bermaksud membuatmu tak nyaman dengan segala yang kulakukan. Aku tau terkadang berlebihan, tapi itulah aku.
Cinta, saat ini aku sama sekali tak punya keinginan untuk memilikimu, atau mengambilmu, atau apapun itu. Aku hanya ingin menjagamu sebisa yang kubisa. Karena aku tau, memilikimu saat ini berarti akan kehilanganmu nanti. Dan sampai saat ini, aku masih tak mau kehilanganmu. Lebih baik aku tak memiliki apa yang ingin kumiliki daripada aku harus kehilangan sesuatu yang pernah sangat ingin kumiliki.
Aku benar-benar hanya mencintaimu. Tidak lebih.
Kau merengut, cemberut. Dengan seenaknya kau merebut satu-satunya hiburan yang paling bisa membuat perasaanku tentram kala aku resah: senyumanmu. Jelas aku akan bertanya kenapa, tapi aku tak akan memaksa untuk kau kembalikan hiburanku itu. Aku, entah kenapa, seperti biasa, lagi-lagi tau kalau apa yang kau rasakan kali ini adalah karena aku. Yang aku tak tau adalah, perbuatanku yang mana?
Cinta, bolehkah aku memanggilmu begitu? Terima kasih terdalamku menjadi milikmu jika kau mengizinkannya. "What's in a name" milik William Shakespeare tak lagi berarti bagiku saat aku memanggilmu dengan merefleksikan perasaanku padamu. Mungkin akan kuganti menjadi "Name's everything".
Cinta, kau kenapa? Ada sesuatu yang sangat lain hari ini. Kriminalitasmu karena mencuri hiburanku, walaupun sering kau lakukan, tapi yang ini, terasa berbeda. Kau kenapa? Kau membuat isi kepalaku penuh dengan pertanyaan. Kau diam tak mau bicara, bahkan hanya menjawab pertanyaanku pun kau enggan.
Tahukah kau, Cinta, bahwa setiap detil yang terjadi padamu adalah sebuah informasi yang sangat berharga bagiku? Layaknya intelijen dalam tugas penyamarannya, aku pun rela mengorbankan apapun yang kumiliki demi sekelumit informasi tentangmu.
Cinta, aku tak menuntut apapun darimu. Sungguh, aku tak inginkan apapun darimu. Yang aku ingin hanyalah tolong jangan larang aku untuk melakukan apa yang menurutku bisa membuatku nyaman. Dekat denganmu, mendengar suaramu, melihat wajahmu, mengagumi senyumanmu, tertawa bersamamu, bahkan bertengkar denganmu.
Cinta, kau sangatlah sempurna. Mungkin bidadari sekalipun akan iri padamu, karena Tuhan begitu baik, Tuhan Maha Sempurna sehingga Dia mampu menciptakan makhluk seindah dirimu. Tiap senti tubuhmu adalah sesuatu yang sangat pantas untuk dikagumi para adam. Tahukah kau tentang itu?
Cinta, kesempurnaanmu bukan hanya pada penampilan fisikmu. Malah sebenarnya itu tidak begitu penting. Kau berbeda. Saat banyak orang sempurna lainnya memanfaatkan kesempurnaan itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kau malah tak menganggap bahwa kau sempurna. Saat banyak orang menjadi percaya diri karena kesempurnaannya dan bertingkah sesuka hati karena mereka akan tetap sempurna dengan tingkah apapun, kau malah tetap tersipu malu pada tiap kesempatan dan menghasilkan suatu efek keanggunan luar biasa dari auramu.
Cinta, selama aku mengenalmu, aku tau ada banyak sekali adam yang tertarik padamu. Aku tau tidak hanya empat atau lima adam yang pernah memendam perasaan kepadamu. Dan aku tau bahwa banyak juga yang pernah menyampaikan maksud mereka kepadamu untuk dapat memilikimu. Namun yang aku tak tau adalah bentuk sebenarnya dari perasaan para adam itu kepadamu. Samakah denganku? Atau hanya sekedar birahi akan keindahanmu?
Cinta, aku tak akan pernah peduli jika kau bilang aku egois atau apapun itu. Tapi, aku tidak akan pernah rela melepaskanmu, seperti yang kau pernah bilang ke aku, "seperti melepaskan tapi tidak benar-benar melepaskan" kepada siapapun. Kecuali sampai aku tau pasti, bahwa adam yang bersamamu saat itu adalah lebih baik dariku, dan punya niat untuk menjagamu sama besarnya dengan niatku.
Cinta, apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar kekaguman karena kecantikan yang kau miliki. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar nafsu karena keindahan yang kau punya. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar terima kasih karena kau pernah begitu berharga bagiku. Apa yang kurasakan padamu ini, bukan sekedar penasaran karena kemisteriusan dirimu. Apa yang kurasakan ini, kurang lebih hanyalah keinginan untuk menjagamu sebaik mungkin dan memastikan bahwa kau tak akan tersakiti. Namun Cinta, sungguh aku tak pernah bermaksud membuatmu tak nyaman dengan segala yang kulakukan. Aku tau terkadang berlebihan, tapi itulah aku.
Cinta, saat ini aku sama sekali tak punya keinginan untuk memilikimu, atau mengambilmu, atau apapun itu. Aku hanya ingin menjagamu sebisa yang kubisa. Karena aku tau, memilikimu saat ini berarti akan kehilanganmu nanti. Dan sampai saat ini, aku masih tak mau kehilanganmu. Lebih baik aku tak memiliki apa yang ingin kumiliki daripada aku harus kehilangan sesuatu yang pernah sangat ingin kumiliki.
Aku benar-benar hanya mencintaimu. Tidak lebih.
Comments
Post a Comment