Mustahil?
Pertama kali melihatmu, kupikir mustahil untuk bisa mengenalmu.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia memberiku petunjuk, sampai akhirnya kudapat mengenalmu.
Waktu kita saling berkenalan, kupikir mustahil untuk mendekatimu.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia membuatmu percaya padaku untuk menjadi orang yang bisa dimintai saran saat kau ada masalah.
Saat kita saling dekat satu sama lain, kupikir mustahil bagiku untuk menyandang gelar 'sahabat' bagimu.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia lagi-lagi memberiku kesempatan untuk memberi perhatianku penuh kepadamu hingga kau menganggapku sahabat terdekatmu kala itu.
Saat kita bersahabat, kupikir mustahil untukku melangkah lebih jauh. Menjadikanmu lebih dari hanya sekedar sahabatku.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia, untuk yang kesekian kalinya, begitu baik padaku dengan memberiku kesempatan untuk menyatakan perasaanku padamu dan membuatmu berkeyakinan menjawab 'ya' saat kutanya 'maukah kau menjadi orang yang lebih spesial bagiku, menempati satu ruang khusus di hati yang belum pernah terisi, dan menyandang status sebagai lebih dari sekedar sahabatku?'
Sekelumit alur yang rumit. Ya. Namun kupercaya, bahwa takkan ada yang pernah mustahil, jika kita berkehendak dan Tuhan campur tangan dalam urusan yang kita kehendaki. Dan karena itu pula, aku menjadi yakin lagi, bahwa tidak mustahil untuk menjadikanmu lebih, jauh lebih dari sekedar apa yang pernah kau menjadi bagiku selama ini. Man jadda wa jadda.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia memberiku petunjuk, sampai akhirnya kudapat mengenalmu.
Waktu kita saling berkenalan, kupikir mustahil untuk mendekatimu.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia membuatmu percaya padaku untuk menjadi orang yang bisa dimintai saran saat kau ada masalah.
Saat kita saling dekat satu sama lain, kupikir mustahil bagiku untuk menyandang gelar 'sahabat' bagimu.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia lagi-lagi memberiku kesempatan untuk memberi perhatianku penuh kepadamu hingga kau menganggapku sahabat terdekatmu kala itu.
Saat kita bersahabat, kupikir mustahil untukku melangkah lebih jauh. Menjadikanmu lebih dari hanya sekedar sahabatku.
Oh, betapa baiknya Tuhan. Dia, untuk yang kesekian kalinya, begitu baik padaku dengan memberiku kesempatan untuk menyatakan perasaanku padamu dan membuatmu berkeyakinan menjawab 'ya' saat kutanya 'maukah kau menjadi orang yang lebih spesial bagiku, menempati satu ruang khusus di hati yang belum pernah terisi, dan menyandang status sebagai lebih dari sekedar sahabatku?'
Sekelumit alur yang rumit. Ya. Namun kupercaya, bahwa takkan ada yang pernah mustahil, jika kita berkehendak dan Tuhan campur tangan dalam urusan yang kita kehendaki. Dan karena itu pula, aku menjadi yakin lagi, bahwa tidak mustahil untuk menjadikanmu lebih, jauh lebih dari sekedar apa yang pernah kau menjadi bagiku selama ini. Man jadda wa jadda.
Comments
Post a Comment