Simbiosis Tidak Mungkin
Kursi ini terasa semakin panas. Pertanyaan demi pertanyaan bukannya terjawab malah semakin bermunculan di dalam kepalaku. Kontras dengan inspirasi milik para penyair yang seakan tak pernah terhenti oleh tanya, kini aku malah tak bisa lari dari pertanyaan.
Beriringan dengan meningkatnya secara konstan suhu kursi yang ku duduki ini, degup di rongga dada ini pun semakin terasa. Sesuatu yang sudah sangat lama tidak aku alami, bahkan nyaris terlupakan. Sesuatu yang mungkin hampir satu setengah tahun ini tidak lagi kurasakan. Lalu mengapa, kini ia datang lagi?
Seperti yang telah ku katakan, pertanyaan bermunculan tanpa pasangannya: jawaban. Hal yang sungguh mengganggu pikiran siapapun. Yang sungguh mampu membuat pikiran siapapun tidak nyaman. Yang sungguh mampu membuat hati bahkan menuntut dirinya untuk bersinergi dengan sesuatu yang paling jarang bisa bekerja sama dengannya: logika.
Beriringan dengan meningkatnya secara konstan suhu kursi yang ku duduki ini, degup di rongga dada ini pun semakin terasa. Sesuatu yang sudah sangat lama tidak aku alami, bahkan nyaris terlupakan. Sesuatu yang mungkin hampir satu setengah tahun ini tidak lagi kurasakan. Lalu mengapa, kini ia datang lagi?
Seperti yang telah ku katakan, pertanyaan bermunculan tanpa pasangannya: jawaban. Hal yang sungguh mengganggu pikiran siapapun. Yang sungguh mampu membuat pikiran siapapun tidak nyaman. Yang sungguh mampu membuat hati bahkan menuntut dirinya untuk bersinergi dengan sesuatu yang paling jarang bisa bekerja sama dengannya: logika.
Comments
Post a Comment