Dear FANTASTICX4
Dari awal, gue tau dan gue sadar, bahwa gue gak akan klop sama kalian. Entah dari mana gue bisa mengambil kesimpulan itu, tapi itu seolah-olah terlihat. Dari garis muka kalian, gue tau bahwa gue gak satu aliran sama kalian. Dan itu benar.
Gue adalah satu-satunya, yang secara sadar gak pernah bisa cocok sama kalian. Kalian itu beda banget sama gue. Apa? Gue juga gak tau! Kenapa mesti ada sekat pembeda itu? Sekali lagi, gue gak tau!!
Saat itu, kalian sudah bisa tertawa lepas tanpa beban karena canda yang mereka buat, natural, tanpa editing. Itu karena kalian sudah saling mengenal dan mengetahui bagaimana pribadi masing-masing. Itu bikin kalian bisa mengekspresikan diri kalian tanpa ada beban yang memberatkan. Tapi gue? Saat kalian sudah bisa saling ngatain, saat kalian sudah bisa saling ngecengin, saat kalian sudah bisa saling manggil dengan nama yang aneh-aneh, gue apa? Gue seperti orang bisu di antara kalian. Gue yang masih belum kenal kalian, gue yang masih kaku dengan kalian. Dan jujur aja, setiap hal yang kalian tertawakan, kadang itu adalah jayus sekali buat gue, karenanya gue berat untuk ketawa. Kalaupun akhirnya gue ketawa, pernah gue ketawa lepas? Enggak kan? Itu hanya sebuah bentuk apresiasi atas usaha kalian yang ingin membuat yang lain senang, dan gue mengapresiasinya dalam bentuk tawa. Tapi nantinya pasti ketawa gue itu bakalan fals banget. Karena gue gak pernah tulus, gue gak pernah benar-benar yang namanya ketawa di antara kalian. Bahkan yang gue kagetkan adalah, saat gue mengeluarkan candaan-candaan yang menurut gue itu biasa banget, kalian bisa tertawa spontan. Dari situ gue bisa ngerasa kalau gue punya kalian.
Lalu, saat jam pelajaran kosong, kalian mulai membentuk kelompok-kelompok diskusi. Entah itu gosip, curhat, bercanda, sampai kadang bahas tentang pelajaran! (damn, come on guys, what's on your mind actually?!) Saat kalian sudah asik dengan kelompok yang kalian bentuk itu, saat kalian sudah gak perduli lagi dengan apa yang terjadi di sekitar, apa yang bisa gue lakukan? Gue sama sekali gak pernah bisa gabung guys dengan kalian semua. Kenapa? Karena gue gak ngerasa cocok dimanapun. Lebih parahnya, gue ngerasa kalau gue itu gak diterima di sana. Alhasil jadilah gue buka pintu kelas dan melangkah keluar untuk kemudian duduk di koridor tercinta gue itu. Saat itu, apa yang gue pikirin? Gue ngerasa kayak gak punya teman. Padahal ada kalian, tapi kenapa gue ngerasa kayak gitu? Semua berpangkal pada ketidakcocokan. Gue gak pernah nemuin teman yang sealiran sama gue di kelas itu. Gue tau banyak hal, wawasan gue lumayan, tapi kenapa gue gak pernah ngerasa nyambung sama kalian? Tiap celotehan yang kalian lontarkan, kata yang terucap dari mulut kalian, gak pernah ada yang menarik buat gue. Kenapa?! Jujur, gue jealous sama kalian yang mudah beradaptasi, yang nyambung satu sama lain di kelas ini. Kenapa gue gak pernah bisa? Dari dulu, jam kosong adalah mata pelajaran favorit gue, tapi sejak di X4 ini, jam kosong itu bisa jadi disaster buat gue kalau gak ada kelas lain yang juga kosong. Gue gak minta atau nuntut yang macem-macem kok dari kalian, tapi lihat nanti di bawah ya.
Lalu saat presentasi atau apapun yang mengharuskan kita berbicara di depan forum. Di saat-saat itu, gue selalu ingin jadi yang pertama maju. Gue selalu ingin menjadi 'pelopor' bagi kalian yang artinya karena gue sudah maju maka kalian gak malu-malu lagi untuk maju. Gue mau dapet apresiasi dari kalian sebagai orang pertama yang berani keluar dari kursi dan melangkahkan kaki ke depan. Gue mau tepuk tangan kalian atas suara lantang yang sudah gue keluarkan ketika gue berbicara di depan kalian. Gue mau perhatian kalian saat gue sedang berbicara di depan kalian. Gue mau apapun itu yang bisa menjadi wujud apresiasi dari kalian. Setidaknya itu mewujudkan bahwa kalian masih menghargai orang lain. Gue tau guys, kalian itu pintar, cerdas, dan kritis. Tapi apakah tepuk tangan kalian semahal itu? Apa seberharga itukah perhatian kalian sampai susah sekali gue mendapatkannya ketika gue berbicara di depan kalian? Apa gue harus membayar dengan permohonan dahulu untuk mendapatkan 'sunyi dan fokus' dari kalian untuk gue? Kalau memang iya, dari awal gue akan lakuin guys! Tapi apa? Apa yang gue dapat selama ini? Baru tadi pagi terulang lagi, saat gue dan Jessica membacakan berita dalam bahasa Inggris untuk memenuhi nilainya Pak AW. Apa kalian memperhatikan gue saat gue ada di depan kalian? Apa sorot mata kalian tertuju ke gue saat itu? Apa kalian sudah sunyi untuk menghargai gue yang sedang bicara saat itu? Enggak kan! Kalian sama sekali enggak ngelakuin itu. Yang ada kalian malah ramai sendiri, asik sendiri, ngobrol sendiri, latihan dengan berita yang akan kalian bawakan sendiri, sama sekali gak ada yang merhatiin gue kan? Jadi untuk apa gue harus merhatiin kalian? Dan saat gue dan Jessica sudah selesai, apa ada tepuk tangan yang bunyi? ENGGAK! kan? Memang tidak ada! Gue gak minta itu kok! Gue gak mohon akan itu semua. Cuma dari sana gue nangkep satu hal, bahwa KALIAN ITU EGOIS, TIDAK MENGHARGAI JERIH PAYAH ORANG LAIN, DAN SELALU MENGANGGAP DIRI KALIANLAH YANG TERBAIK. Itu kan kalian? YA ! Memang itulah kalian!
Gue tau kok gue gak sepintar kalian. Gue tau juga gue gak sekalem kalian. Gue juga sadar betul bahwa gue ini pemalas, gak rajin seperti kalian. Sampai kadang gue ngerasa gak pantes ada di antara kalian. Tapi apa kalian tidak bisa mengapresiasi apapun hasil jerih payah orang lain? Gue penasaran, dulu kalian mendapat pendidikan dasar gak sih tentang moral? Kalian bermoral gak? Kalau memang kalian mengaku bahwa kalian bermoral, harusnya kalian, tanpa diminta, bisa kasih aplaus atas apa yang telah salah satu dari kita lakukan! Tapi ini mana?! MANA!!! Gak ada kan?! Jadi sekali lagi, untuk apa gue harus ngelakuin itu buat kalian kalau kalian aja begini ke satu sama lain?
Apalagi kalau kita ngomongin tentang SOLIDARITAS! Dari dulu kita selalu berkelit dan berlindung dibalik dindingnya. Di balik dinding solidaritas itu. Kita bukan membangunnya guys, tapi BERSEMBUNYI DI BELAKANGNYA ! Itu yang namanya solid? Sekali lagi, ITU YANG NAMANYA SOLID? Yang hanya bisa mengatas-namakan apapun dengan Solidaritas? Yang hanya bisa ngomong kalau kita ini solid? Yang gak pernah terbukti dan terealisasi. Itu yang namanya solid hah? Saat rencana awal bikin jacket, MANA SAMPE SEKARANG? TERBENGKALAI KAN TUH JAKET! Emang awalnya gue yang selalu berkoar-koar di depan kalian tentang jaket, tapi akhirnya juga gue males guys! GUE MALES NGURUSIN KALIAN YANG SETIAP DITANYA GAK MENJAWAB, KALIAN YANG SETIAP DITANYA BILANGNYA TANYA ORANG TUA DULU, KALIAN YANG SETIAP DITANYA BILANGNYA IKUT AJA, KALIAN YANG SETIAP DITANYA GAK PERNAH BISA KASIH KEPASTIAN. Gue males! Bahkan pas gue ngomong di depan aja, gak ada kan sedikitpun rasa antusiasme dari kalian? Kalian hanya mementingkan buku yang tergeletak di depan meja kalian, hanya berpikir bagaimana menyelesaikan soal itu, hanya berpikir harus menggunakan rumus yang mana agar masalah di buku itu dapat terpecahkan. Kalian gak pernah mikir tentang kebersamaan kan? Kalian boleh bandingkan, ada gak kelas lain yang kayak kelas kita?
Guys, gue gak minta banyak hal. Gue cuma pengin, kalian bisa ngehargain orang. Tolong akui kelebihan mereka kalau memang mereka berada di atas kalian! Tolong apresiasi apapun yang telah mereka lakukan, kalau kalian gengsi untuk memuji, minimal hanya dengan tepuk tangan itu cukup. Hilangkan idealis kalian! Tolong hilangkan individualis kalian! Kita hidup akan bermasyarakat, dimana kalian harus kasih pendapat-pendapat terhadap masalah-masalah tertentu. Kalian gak akan selamanya berkutat dengan rumus, tapi juga akan berhadapan dengan orang banyak. Tolong guys, hargai orang lain.
Terakhir, gue minta maaf sama kalian kalau selama hampir setahun ini gue gak pernah kumpul bareng kalian. Gue minta maaf kalau selama ini gue hanya bisanya mengkritik kalian, gue pun butuh kritik sebenarnya, tapi gak ada tuh yang sampai ke gue. Jadi gue tulis ini aja dulu. Kalau kalian baca, dan menilai gue sok dengan nulis kayak gini, kalian boleh bilang ke gue apa yang harus gue ubah. Kalian bisa menilai gue dari tulisan ini, kalian boleh menyampaikan apapun yang ingin kalian sampaikan ke gue. Selama setahun ini, gak banyak yang gue rasain. Gak banyak yang bisa gue kenang dari kalian. Tapi kalian pasti punya memori masing-masing yang bisa ngerekam perjalanan tahun pertama kita di dunia putih abu-abu.
Semua yang bisa gue katakan sekarang hanyalah MAAF DAN TERIMAKASIH.
Maaf guys atas kekurangan dan ke-sok-an gue selama ini. Dan terima kasih buat kalian yang mau mencatat nama gue di Friend List kalian. Itu akan jadi satu penghargaan tersendiri buat gue. Gue gak tau harus senang atau sedih pisah sama kalian semua. Tapi yang pasti, gue bangga dengan FANTASTICX4 (secara yang bikin nama gue WAHAHAHAHAHA bercandaaa)
LastWord,
Maybe i'm not a good person for you. But trust me, when you meet me in some other day, I'm promise I will already have been so much better than now, Insya Allah.
With Love,
Elson G. Budi Susilo
Comments
Post a Comment